Ratnasari, Dewi (2026) Hubungan Kehilangan Gigi dengan Status Gizi pada Lansia di Panti Jompo Welas Asih Cikunir Kabupaten Tasikmalaya. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya.
|
Text (Cover)
Dewi Ratnasari.pdf Download (549kB) |
|
|
Text (Motto)
Motto.pdf Download (85kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (85kB) |
|
|
Text (Kata Pengantar)
Kata Pengantar.pdf Download (89kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
Daftar Isi.pdf Download (44kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (153kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (169kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (248kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (226kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Download (28kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Download (132kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Download (1MB) |
Abstract
Pendahuluan: Kehilangan gigi merupakan suatu kondisi dimana gigi hilang atau terlepas dari soketnya. SKI menunjukkan bahwa proporsi masyarakat Indonesia yang mengalami kehilangan gigi, baik karena dicabut maupun tanggal secara alami mencapai 21% dari total jumlah populasi. Proporsi kehilangan gigi tertinggi ditemukan pada kelompok usia lanjut, yaitu individu berusia 65 tahun ke atas sebesar 46,5%. Kehilangan gigi dapat terjadi akibat pencabutan atau penyakit gigi, seperti karies dan penyakit pada jaringan periodontal. Kehilangan gigi pada lansia berdampak pada kemampuan individu dalam mengunyah makanan secara optimal. Kemampuan mengunyah makanan dapat mempengaruhi pemilihan jenis makanan yang dikonsumsi. Lansia dengan kehilangan gigi cenderung memilih makanan yang bertekstur lunak dan mudah dikunyah, sehingga dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan pola makan. Perubahan pola makan ini berpotensi mempengaruhi status gizi pada lansia. Tujuan: Mengetahui hubungan kehilangan gigi dengan status gizi pada lansia di Panti Jompo Welas Asih Cikunir Kabupaten Tasikmalaya. Metode: Subjek penelitian adalah 31 orang lansia di Panti Jompo Welas Asih Cikunir Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Penilaian kehilangan gigi menggunakan alat ukur Tooth Lost Index dan penilaian status gizi menggunakan Mini Nutritional Assessment. Hasil: Mayoritas status kehilangan gigi lansia adalah kritaria berat yaitu 58,0 %. Status gizi terbanyak adalah risiko malnutrisi sebanyak 38,7 %. Hasil uji korelasi kehilangan gigi dengan status gizi menggunakan uji spearman didapatkan p-value sebesar 0,000 (< 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,601(tingkat hubungan kuat). Kesimpulan: Ada hubungan antara kehilangan gigi dengan status gizi lansia di Panti Jompo Welas Asih Cikunir Kabupaten Tasikmalaya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kehilangan Gigi, Status Gizi, Lansia | ||||||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry | ||||||||||||
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Gigi > D4 Terapi Gigi | ||||||||||||
| Depositing User: | DEWI RATNASARI | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:37 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:37 | ||||||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8043 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
