Bilqis, Amarylie Salsabila (2025) Gambaran Pola Konsumsi Makanan Kariogenik dan Pengalaman Karies Gigi pada Siswa SDN Bojongsari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (672kB) |
|
|
Text (Motto)
MOTTO DAN PERSEMBAHAN.pdf Download (5kB) |
|
|
Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf Download (12kB) |
|
|
Text (Kata Pengantar)
KATA PENGANTAR.pdf Download (135kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
DAFTAR ISI.pdf Download (101kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (152kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (210kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (291kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (155kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Download (6kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (18kB) |
|
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Anak memasuki usia sekolah mempunyai resiko mengalami karies makin tinggi. Pada usia 6-12 tahun diperlukan perawatan lebih intensive karena pada usia tersebut terjadi pergantian gigi dan tumbuhnya gigi baru. Banyaknya jajanan di sekolah, dengan jenis makanan dan minuman yang manis, sehingga mengancam kesehatan gigi anak. Peningkatan frekuensi konsumsi makanan kariogenik menyebabkan keberadaan pH yang rendah di dalam mulut dipertahankan sehingga terjadi peningkatan demineralisasi dan penurunan remineralisasi. Membuktikan dalam Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 terdapat 76,2 persen anak Indonesia pada kelompok usia 12 tahun (kira-kira 8 dari 10 anak) mengalami gigi berlubang Tujuan Penelian: untuk mengetahui Gambaran Pola Konsumsi Makanan Kariogenik dan Pengalaman Karies Gigi pada Anak kelas 2 di SDN Bojongsari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Jenis Penelitian: Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pertanyaan/kuesioner dan lembar pemeriksaan gigi dengan jumlah sampel 23 orang. Hasil Penelitian: Memperlihatkan Frekuensi Makanan Kariogenik terbanyak tinggi mencapai 13 orang (56,5%), Memperlihatkan klasifikasi DMF-T terbanyak sangat rendah mencapai 10 orang (43,4%), Memperlihatkan klasifikasi def-t terbanyak rendah mencapai 13 orang (56,5%) Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: Rata-rata DMF-T dan def-t pada siswa di SDN Bojongsari Kawalu Tasikmalaya yaitu 1,6% dan 1,8%. presentase siswa yang mengkonsumsi makanan kariogenik frekuensi rendah adalah 0 siswa (0%), Frekuensi sedang 10 siswa (43,4), Frekuensi tinggi 13 siswa (56,5%). Kata Kunci : Frekuensi konsumsi makanan kariogenik, pengalam karies gigi, siswa kelas 2
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Frekuensi konsumsi makanan kariogenik, pengalam karies gigi, siswa kelas 2 | ||||||||||||
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) | ||||||||||||
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Gigi > D3 Kesehatan Gigi | ||||||||||||
| Depositing User: | AMARYLIE SALSABILA BILQIS | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 02:08 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Apr 2026 02:08 | ||||||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/7785 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
