Alisa Naya Khoerunnisa, Alisa (2026) Gambaran Asupan Karbohidrat dan Serat pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (112kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf Download (343kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (392kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (390kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (132kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (226kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (333kB) |
Abstract
Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang ditandai peningkatan glukosa darah dan banyak dipengaruhi asupan makanan, khususnya asupan karbohidrat dan serat. Data Puskesmas Kahuripan menunjukkan tingginya jumlah penderita DM tipe 2, sehingga diperlukan gambaran asupan untuk mendukung upaya pengelolaan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui asupan karbohidrat dan serat pada penderita DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Sampel terdiri dari 30 orang yang dipilih dari populasi 631 penderita sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir SQ-FFQ, formulir Food Recall 2x24 Jam dan buku foto makanan, sedangkan data sekunder berasal dari rekam medis. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden serta asupan karbohidrat dan serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan metode food recall 2x24 jam, sebagian besar responden memiliki asupan karbohidrat kategori kurang (80%) dan asupan serat kategori kurang (97%). Berdasarkan metode SQ-FFQ, sebagian besar responden memiliki konsumsi karbohidrat kategori defisit tingkat berat (40%), sedangkan seluruh responden (100%) memiliki konsumsi serat kurang dari anjuran. Rendahnya asupan serat dan ketidakseimbangan asupan karbohidrat dapat memengaruhi pengendalian kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus Tipe 2, Karbohidrat, Serat |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Gizi > D3 Gizi |
| Depositing User: | Mhs ALISA NAYA KHOERUNNISA |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:02 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:02 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8529 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
