Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Efek Samping pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kersanagara Kota Tasikmalaya

Retnosari, Syarah Afita (2026) Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Efek Samping pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kersanagara Kota Tasikmalaya. Jurnal Kebidanan. (Unpublished)

[img] Text (Halaman Depan)
Halaman Orsinalitas.pdf

Download (145kB)
[img] Text (Halaman Depan)
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (136kB)
[img] Text (Halaman Depan)
Halaman Publikasi.pdf

Download (164kB)
[img] Text (Halaman Depan)
HALAMAN JUDUL.pdf

Download (395kB)
[img] Text (Bab I)
BAB I NEW.pdf

Download (234kB)
[img] Text (Bab II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (313kB)
[img] Text (Bab III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (327kB)
[img] Text (Bab IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (270kB)
[img] Text (Bab V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (171kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (160kB)
[img] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan kontrasepsi hormonal yang masih menjadi pilihan utama akseptor KB, penggunaan kontrasepsi hormonal dapat menimbulkan berbagai efek samping akibat perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian efek samping pada akseptor KB hormonal di wilayah kerja Posyandu, Puskesmas Kersanagara Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 26–35 tahun (59%,) berpendidikan SMA/SMK (57%), dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (90%). Jenis kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan adalah KB suntik 3 bulan (32%), sedangkan yang paling sedikit digunakan adalah KB suntik 1 bulan (16%). Sebagian besar responden (87%) mengalami efek samping kontrasepsi hormonal. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian efek samping secara umum dengan nilai p-value = 0,544 (>0,05). Namun, terdapat hubungan pada beberapa jenis efek samping tertentu, yaitu gangguan menstruasi (p-value = 0,000) dan mual muntah (p-value = 0,001). Penggunaan kontrasepsi hormonal tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian efek samping secara umum, namun berhubungan dengan beberapa efek samping spesifik yang dipengaruhi oleh perubahan hormonal pada tubuh akseptor KB. Kata kunci: kontrasepsi hormonal, efek samping, akseptor KB, gangguan menstruasi, KB suntik 3 bulan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: kontrasepsi hormonal, efek samping, akseptor KB, gangguan menstruasi, KB suntik 3 bulan.
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Jurusan Kebidanan > D4 Kebidanan
Depositing User: Mhs Syarah Afita Retnosari
Date Deposited: 25 Jun 2026 07:16
Last Modified: 25 Jun 2026 07:16
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8339

Actions (login required)

View Item View Item