Dhermawan, Vinka Griselda (2025) PENGARUH STIMULASI MENGANYAM ORIGAMI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS USIA 4–6 TAHUN DI TK LABORATORIUM PERCONTOHAN UPI TASIKMALAYA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA.
|
Text (HALAMAN PERNYATAAN ORIGINALITAS)
HALAMAN PERNYAATAAN ORIGINALITAS.pdf - Additional Metadata Download (382kB) |
|
|
Text (HALAMAN PENGESAHAN)
HALAMAN PENGESAHAN .pdf Download (108kB) |
|
|
Text (HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI)
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Download (403kB) |
|
|
Text (HALAMAN JUDUL)
JUDUL.pdf Download (458kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (270kB) |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (376kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (327kB) |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (317kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (216kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAPUS.pdf Restricted to Repository staff only Download (187kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kemampuan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kesiapan belajar, kemandirian, dan kepercayaan diri anak. Namun, masih banyak anak usia 4–6 tahun yang mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus akibat kurangnya stimulasi yang optimal. Di TK Lab. Percontohan UPI Tasikmalaya, studi pendahuluan menunjukkan bahwa stimulasi untuk keterampilan tangan belum maksimal, sementara kegiatan menganyam origami yang berpotensi melatih koordinasi mata-tangan, konsentrasi, dan kelenturan jari, sudah tidak lagi diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi menganyam origami terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 4–6 tahun. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan tipe one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 4–6 tahun di TK Lab. Percontohan UPI Tasikmalaya yang berjumlah 36 anak. Sampel penelitian terdiri dari 31 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi tertentu. Instrumen penelitian berupa lembar observasi berdasarkan 10 indikator kemampuan motorik halus, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa stimulasi menganyam origami berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak. Kegiatan ini direkomendasikan sebagai metode stimulasi yang efektif dan menyenangkan di lingkungan pendidikan anak usia dini.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Anak Usia Dini, Menganyam, Motorik Halus, Origami. | ||||||||||||
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
||||||||||||
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > NERS | ||||||||||||
| Depositing User: | M D4 Vinka Griselda Dhermawan | ||||||||||||
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 09:13 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 Jan 2026 09:13 | ||||||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/6104 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
