Ripaldi, Rahmat (2026) Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Selajambe Kabupaten Kuningan pada Tahun 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
|
Text
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (163kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN (2).pdf Download (207kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf Download (304kB) |
|
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf Download (242kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (247kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (261kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (308kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (132kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (187kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, mencapai 30,8% pada tahun 2023, dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Di wilayah kerja Puskesmas Selajambe, angka kejadian hipertensi meningkat drastis hingga 174,63% pada tahun 2023, menempati urutan pertama kasus penyakit, sehingga evaluasi pola penggunaan obat sangat diperlukan untuk menjamin terapi yang aman, rasional, dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi berdasarkan umur pasien, jenis kelamin pasien, golongan obat, dosis pennggunaan obat, jenis zat aktif serta frekuensi pemberian obat di Puskesmas Selajambe Kabupaten Kuningan pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan data retrospektif. Sampel berjumlah 146 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 230 pasien hipertensi. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia >60 tahun (56,16%) dan berjenis kelamin perempuan (72%). Pola terapi yang paling banyak digunakan adalah monoterapi (75%), dengan golongan obat terbanyak adalah Calcium Channel Blocker (CCB) berupa zat aktif amlodipin (75%), diikuti golongan Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) berupa kaptopril (20%), serta kombinasi keduanya (5%). Sebagian besar obat diberikan dengan frekuensi satu kali sehari. Penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Selajambe didominasi oleh golongan CCB (amlodipin) yang sesuai dengan rekomendasi panduan terapi, terutama bagi pasien lansia. Pemberian terapi mayoritas masih berupa obat tunggal yang menunjukkan kondisi tekanan darah pasien umumnya terkontrol dengan baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ACEI, Amlodipin, CCB, golongan obat, hipertensi, jenis obat, Kaptopril, penggunaan obat, zat aktif obat |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Mhs Rahmat Ripaldi |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 07:25 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 07:25 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/10568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
