Zahra, Najmii Maulida (2026) KUALITAS PENGODEAN ICD-10 CERTAIN INFECTIOUS AND PARASITIC DISEASE DALAM MENDUKUNG PENCATATAN PELAPORAN PENGENDALIAN INFEKSI BLUD RSU KOTA BANJAR TAHUN 2024. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya.
|
Text (Halaman Depan)
Orisinalitas..pdf Download (264kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
Halaman Pengesahan.pdf Download (337kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
Persetujuan Publikasi.pdf Download (412kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab 1.pdf Download (295kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (414kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (389kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (385kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (285kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (255kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Ketepatan pengodean diagnosis utama berdasarkan ICD-10 berperan penting dalam menjamin akurasi data morbiditas rumah sakit. Ketidaktepatan pengodean dapat dipengaruhi oleh kualitas dokumentasi rekam medis, kelengkapan informasi klinis, serta kesesuaian standar klasifikasi yang digunakan. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap 85 rekam medis kelompok Certain Infectious and Parasitic Diseases yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dokumen rekam medis dan dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi ketepatan pengodean serta kesesuaian dokumentasi klinis. Hasil: Ketepatan pengodean pada kasus Gastroenteritis sebesar 80%, Viral Infection 60%, sedangkan Dengue Fever menunjukkan ketidaktepatan 100% berdasarkan perbandingan ICD-10 versi 2016. Kasus Dengue Fever ditemukan perbedaan penggunaan kode klasifikasi. Pada Viral Infection diagnosis cenderung ditulis non-spesifik tanpa penjelasan lokasi infeksi atau manifestasi klinis rinci. Sementara itu, pada kasus Gastroenteritis belum mencantumkan etiologi secara jelas. Faktor risiko ketidaktepatan meliputi dokumentasi medis pasien tidak lengkap dan penggunaan diagnosis non-spesifik. Serta perbedaan intrepretasi terhadap standar klasifikasi ICD-10. Simpulan: Ketidaktepatan tertinggi pada kasus Dengue Fever menunjukkan bahwa perbedaan standar klasifikasi dan kualitas dokumentasi rekam medis berpengaruh signifikan terhadap hasil pengodean. Oleh karena itu, peningkatan kejelasan dan kelengkapan dokumentasi klinis serta pembaruan acuan ICD-10 diperlukan untuk meningkatkan akurasi data morbiditas rumah sakit. Kata Kunci: Dokumentasi Medis, ICD-10, Ketepatan Pengodean, Penyakit Infeksi, Morbiditas
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Dokumentasi Medis, ICD-10, Ketepatan Pengodean, Penyakit Infeksi, Morbiditas | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) | ||||||||
| Divisions: | Jurusan RMIK > D3 Rekam Medis & Informasi Kesehatan | ||||||||
| Depositing User: | Mhs NAJMII MAULIDA ZAHRA | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 04:38 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 04:38 | ||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9978 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
