GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT TINEA PEDIS DAN SWAMEDIKASI PADA PETANI DI KAMPUNG TABRIK DESA LINGGAMUKTI KABUPATEN GARUT TAHUN 2026

Fauzi, Akbar (2026) GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT TINEA PEDIS DAN SWAMEDIKASI PADA PETANI DI KAMPUNG TABRIK DESA LINGGAMUKTI KABUPATEN GARUT TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

[img] Text (Halaman Orisinalitas)
orisinalitas .pdf

Download (175kB)
[img] Text (Halaman Pengesahan)
pengesahan.pdf

Download (258kB)
[img] Text (Halaman Pernyataan Publikasi)
pernyataan.pdf

Download (378kB)
[img] Text (Halaman Judul)
Halaman Judul_akbr.pdf

Download (567kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I_akbr.pdf

Download (197kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II_akbr.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (338kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III_akbr.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (264kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV_akbr.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (235kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V_akbr.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (121kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka_akbr.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (131kB)
[img] Text (Lampiran)
Lampiran_akbr.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tinea pedis (kutu air) adalah infeksi jamur superfisial pada kulit kaki akibat dermatofita seperti Trichophyton rubrum, T. interdigitale, dan Epidermophyton floccosum, yang umum dialami petani karena lingkungan kerja lembab. DiIndonesia, dermatofitosis mencapai 52% dari seluruh dermatomikosis, dengan sekitar 70% menyerang pekerja di lingkungan lembab. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan penyakit tinea pedis dan swamedikasi pada petani di Kampung Tabrik Desa Linggamukti Kabupaten Garut Tahun 2026. Tinea pedis diklasifikasikan menjadi tipe interdigital, moccasin, dan vesikobulosa, dengan gejala ruam bersisik, gatal, perih, dan rasa terbakar. Swamedikasi merupakan pengobatan mandiri tanpa resep dokter. Pengetahuan adalah domain pertama dari tiga domain perilaku kesehatan yang saling berhubungan secara hierarkis, sehingga menjadi dasar penting perilaku swamedikasi yang tepat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling yang dilakukan terhadap 65 petani aktif di Kampung Tabrik Desa Linggamukti. Hasil penelitian menunjukkan responden didominasi laki-laki, dengan kelompok usia terbanyak dewasa akhir hingga lansia awal, dan mayoritas berpendidikan SMA. Sebagian besar responden pernah mengalami tinea pedis, dengan obat yang paling banyak digunakan adalah salep kombinasi Asam Salisilat, Asam Benzoat, Sulfur Praecipitatum, dan Vaselin. Pengetahuan tentang penyakit tinea pedis tergolong baik, meski masih lemah pada aspek manifestasi klinis dan organisme penyebab. Sebaliknya, pengetahuan swamedikasi hanya tergolong cukup, dengan kelemahan utama pada durasi terapi, pengenalan zat aktif antijamur, dan dosis obat, tercermin dari penggunaan obat tidak tepat seperti cetirizin, bedak talk, dan bawang putih.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
AuthorFauzi, AkbarUNSPECIFIEDakbarfauzi1812@gmail.com
CreatorCahyati, PeniUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
CreatorYulia, NunungUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tinea pedis, swamedikasi, tingkat pengetahuan
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Jurusan Farmasi > D3 Farmasi
Depositing User: Mhs Akbar Fauzi
Date Deposited: 20 Jul 2026 02:58
Last Modified: 20 Jul 2026 02:58
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9735

Actions (login required)

View Item View Item