Gustaman, Willy and Indriani, Novi and Kuswandi, Asep and Triguna, Yudi (2026) IMPLEMENTASI AROMATERAPI MINYAK KENANGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD dr. SOEKARDJO. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text
FILE 1 KEASLIAN PENELITIAN.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
FILE 2 PENGESAHAN.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
PUBLIKASI.pdf Download (33kB) |
|
|
Text
FILE 4 HALAMAN JUDUL (1).pdf Download (368kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
BAB 2 WILLY.pdf Restricted to Repository staff only Download (376kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (183kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (293kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (166kB) |
|
|
Text
FILE 6 DAPUS.pdf Restricted to Repository staff only Download (173kB) |
|
|
Text
FILE 7 LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan gangguan aliran darah serebral apabila tekanan darah tidak terkontrol dengan baik sehingga memerlukan penatalaksanaan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan yaitu aromaterapi kenanga karena memiliki efek relaksasi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan hasil pengkajian, pelaksanaan intervensi, dan hasil penerapan aromaterapi kenanga pada pasien hipertensi dengan risiko perfusi serebral tidak efektif di ruang Melati 2B RSUD dr. Soekardjo. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada satu responden yaitu Ny. K dengan diagnosis keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi kenanga melalui metode inhalasi selama 10–15 menit pada pagi hari selama 3 hari berturut-turut dengan jarak ±10–15 cm dari hidung pasien. Hasil studi kasus menunjukkan adanya perubahan tekanan darah setelah pemberian aromaterapi kenanga. Pada hari pertama tekanan darah menurun dari 154/85 mmHg menjadi 150/83 mmHg, hari kedua dari 149/80 mmHg menjadi 147/79 mmHg, dan hari ketiga dari 156/86 mmHg menjadi 149/80 mmHg. Pasien juga mengatakan pusing berkurang, tubuh terasa lebih nyaman, dan tampak lebih rileks setelah intervensi dilakukan. Pemberian aromaterapi kenanga dapat membantu memberikan efek relaksasi dan membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi sebagai terapi komplementer. Disarankan agar aromaterapi kenanga dapat digunakan sebagai salah satu terapi pendamping nonfarmakologis pada pasien hipertensi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aromaterapi kenanga, hipertensi, tekanan darah, risiko perfusi serebral tidak efektif |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Mhs Willy Gustaman |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 03:31 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 03:31 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9186 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
