Rachel Rizkyani Lyanaroos, Rachel (2026) IMPLEMENTASI TERAPI AKTIVITAS SENAM AEROBIC LOW IMPACT DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI PUSKESMAS SAMBONGPARI. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
This is the latest version of this item.
|
Text
HALAMAN PERNYATAAN ORISINILITAS.pdf Download (57kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (59kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf Download (59kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
HALAMAN JUDUL.pdf Download (336kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (237kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (557kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (236kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (438kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (203kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang ditandai dengan gangguan dalam berpikir, persepsi, emosi, dan perilaku. Salah satu gejala yang sering muncul adalah halusinasi pendengaran, di mana pasien mendengar suara tanpa adanya stimulus nyata. Halusinasi ini dapat menyebabkan rasa takut, kecemasan, isolasi sosial, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi terapi senam aerobic low impact dan peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien dengan halusinasi pendengaran. Intervensi aktivitas senam aerobic low impact dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi ketegangan, dan membantu pasien mengelola halusinasi pasien. Selain itu, peningkatan kepatuhan minum obat sangat penting untuk mencegah kekambuhan dan memaksimalkan keberhasilan pengobatan pada pasien skizofrenia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif yang dilakukan pada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran di Puskesmas Sambongpari, Kota Tasikmalaya. Intervensi dilakukan dengan lima kali kunjungan rumah selama 30 menit latihan senam aerobic low impact, dikombinasikan dengan edukasi terapeutik terkait kepatuhan minum obat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil intervensi menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi pasien. Pada awal pengkajian, ditemukan 10 tanda dan gejala halusinasi, yang kemudian menurun menjadi 3 tanda dan gejala setelah lima hari intervensi. Pasien juga lebih kooperatif dan patuh minum obat. Studi kasus ini menyimpulkan bahwa penerapan terapi aktivitas senam aerobic low impact dikombinasikan dengan kepatuhan minum obat dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengontrol halusinasi pendengaran. Kata kunci: halusinasi pendengaran, terapi aktivitas senam aerobic low impact, kepatuhan minum obat, skizofrenia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | halusinasi pendengaran, terapi aktivitas senam aerobic low impact, kepatuhan minum obat, skizofrenia. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Mhs Rachel Rizkyani Lyanaroos |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 04:21 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 04:21 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9038 |
Available Versions of this Item
-
IMPLEMENTASI TERAPI AKTIVITAS SENAM AEROBIC LOW IMPACT DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI PUSKESMAS SAMBONGPARI. (deposited UNSPECIFIED)
- IMPLEMENTASI TERAPI AKTIVITAS SENAM AEROBIC LOW IMPACT DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI PUSKESMAS SAMBONGPARI. (deposited 08 Jul 2026 04:21) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
