Hidayatusolihah, Lida (2026) Sifat Organoleptik dan Kandungan Gizi Dimsum Substitusi Tepung Kacang Kedelai dengan Isian Ikan Lele dan Daun Katuk Sebagai Alternatif Selingan Pencegah Stunting pada Baduta. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
|
Text (Halaman Depan)
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (351kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (282kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf Download (296kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
BAB I.pdf Download (136kB) |
|
|
Text (Bab II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (246kB) |
|
|
Text (Bab III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (193kB) |
|
|
Text (Bab IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (230kB) |
|
|
Text (Bab V)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (61kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (228kB) |
|
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (404kB) |
Abstract
Berdasarkan hasil SSGI tahun 2024, prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%. Kurangnya asupan protein, besi, seng dan kalsium merupakan faktor langsung penyebab stunting. Pemerintah sudah melaksanakan program PMT, namun masih terdapat beberapa kendala sehingga angka stunting masih tinggi. Untuk itu, perlu adanya penyediaan makanan tinggi gizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti tepung kacang kedelai, ikan lele dan daun katuk. Penelitian bertujuan mengetahui sifat organoleptik dan kandungan gizi dimsum substitusi tepung kacang kedelai dengan isian ikan lele dan daun katuk. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan analisis deskriptif melalui 2 tahap. Tahap 1 pembuatan kulit dimsum menggunakan 3 formulasi perbandingan tepung terigu dan tepung kacang kedelai sebesar F1 (66,7% : 33,3%), F2 (60% : 40%), F3 (53,3% : 46,7%) yang diuji hedonik oleh 10 panelis agak terlatih. Formula paling disukai adalah formula 1 dengan nilai rata-rata 4,4 (biasa aja). Penelitian tahap 2 dilakukan pembuatan isian dimsum menggunakan 3 formulasi perbandingan ikan lele dan daun katuk sebesar F1 (90% : 10%), F2 (92,5%:7,5%) F3 (95%:5%) yang diuji hedonik oleh 30 panelis tidak terlatih. Formula 3 merupakan formula terbaik dengan nilai rata-rata 4,7 (agak suka). Per 100 gram F3 mengandung energi 192,63 kkal, protein 10,76 g, lemak 6,69 g, karbohidrat 25,18 g, zat besi 6,43 mg, seng 1,55 mg, kalsium 126,95 mg. berdasarkan AKG usia 1-3 tahun, per 100 gram F3 sudah memenuhi sebesar 53,8% kecukupan protein, 91,9% kecukupan zat besi, 51,7% kecukupan seng dan 19,5% kecukupan kalsium. Harga pokok produksi F3 per 100 gram sebesar Rp. 5.012,8 dengan harga jual sebesar Rp. 5.514,1.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Stunting, Dimsum, Ikan Lele, Tepung Kacang Kedelai, Daun Katuk | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) | ||||||||
| Divisions: | Jurusan Gizi > D3 Gizi | ||||||||
| Depositing User: | Mhs LIDA HIDAYATUSOLIHAH | ||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 09:03 | ||||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 09:03 | ||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8214 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
