Ayu Permatasari, Kintan (2025) IMPLEMENTASI PEMBERIAN JERUK NIPIS DAN MADU DALAM PERUBAHAN FREKUENSI BATUK PADA BALITA DENGAN ISPA DI RUANG MELATI 5 RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text (HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS)
LEMBAR KEASLIAN TULISAN.pdf Download (555kB) |
|
|
Text (HALAMAN PENGESAHAN)
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (585kB) |
|
|
Text (LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH)
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Download (422kB) |
|
|
Text (HALAMAN JUDUL)
HALAMAN JUDUL.pdf Download (835kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (572kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (957kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (609kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (894kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (417kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (526kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah suatu kondisi di mana penderita mengalami radang akut pada saluran pernapasan atas maupun saluran pernapasan bawah yang diakibatkan oleh infeksi virus atau bakteri. Balita sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit, terutama infeksi. Perkembangan mendasar selama masa balita sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dikemudian hari. Sebagai langkah awal penanggulangan batuk pada balita penderita ISPA, masyarakat sering kali menggunakan pengobatan herbal untuk mengatasinya. Salah satu cara pengobatan herbal tersebut adalah dengan mengonsumsi jeruk nipis yang dicampur dengan madu yang masyarakat percaya dapat melegakan tenggorokan dan meredakan batuk. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi pemberian campuran jeruk nipis dan madu terhadap penurunan frekuensi batuk pada anak penderita ISPA, dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di ruang melati 5 RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Metode Penelitian penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang membandingkan 2 subjek penelitian. Observasi dilakukan selama 3 hari di ruangan melati 5 RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya yang dilakukan pendekatan pada 2 orang pasien dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil Evaluasi didapatkan bahwa pemberian jeruk nipis dan madu sebagai terapi non-farmakologis dapat menjadi pilihan yang aman dan efektif untuk mengatasi batuk pada balita penderita ISPA. Dengan hasil yang menunjukkan bahwa klien 1 dan 2 mengalami penurunan frekuensi napas dan perubahan frekuensi batuk yang di mana bahwa kandungan jeruk nipis berguna untuk meredakan saluran pernapasan dan mengurangi iritasi pada tenggorokan. Sementara madu mengandung antibiotik yang dapat membantu mengatasi batuk. Saran bagi penulis selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan variasi terapi non-farmakologis lainnya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ISPA, Balita, Jeruk Nipis Dan Madu, Bersihan Jalan Napas Tidak efektif |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Mhs Kintan Ayu Permatasari |
| Date Deposited: | 19 Jun 2025 03:28 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 07:24 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/5807 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
