Rahayuningsih, Indrayani (2026) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE (COC) PADA NY. O USIA 43 TAHUN DI PUSKESMAS CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA. Other thesis, POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA.
|
Text
LEMBAR ORISINALITAS.pdf Download (31kB) |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (76kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf Download (61kB) |
|
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (79kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (692kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (86kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (225kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (113kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Repository staff only Download (19kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (163kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (445kB) |
Abstract
Tinggi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menuntut penerapan model Continuity of Care (CoC) guna memantau risiko maternal-neonatal secara menyeluruh. Ny. O (43 tahun, G6P4A1) tergolong kelompok risiko tinggi (grandemultipara, usia >35 tahun, riwayat prematur dan abortus) dengan komplikasi anemia ringan. Studi ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan berkesinambungan berbasis bukti pada Ny. O dari kehamilan hingga perencanaan KB. Laporan kasus ini menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 Langkah Varney dan dokumentasi SOAP. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumen. Intervensi berbasis bukti (Evidence-Based Practice) mencakup pemberian jus buah bit untuk anemia, pijat endorphine saat persalinan, pijat oksitosin masa nifas, dan pijat bayi. Pada kehamilan, konsumsi jus buah bit dan terapi TTD efektif meningkatkan kadar hemoglobin. Persalinan berlangsung secara presipitatus (precipitous labor) pada usia kehamilan 39–40 minggu; pijat endorphine membantu meredakan nyeri. Bayi lahir spontan dan bugar (Apgar 8/9). Masa nifas berjalan normal dengan kelancaran produksi ASI pascapijat oksitosin, serta diakhiri dengan berjalannya konseling KB. Penerapan asuhan CoC berbasis bukti terbukti efektif mengidentifikasi serta mengintervensi faktor risiko tinggi pada ibu dan bayi. Sinergi antara terapi medis, edukasi, dan penanganan relaksasi terintegrasi mampu mencegah komplikasi fatal. Oleh karena itu, pendampingan CoC sangat direkomendasikan pada kasus kebidanan berisiko tinggi demi mengoptimalkan keselamatan ibu dan bayi. Kata Kunci: Anemia Ringan, Continuity of Care, Grandemultipara, Partus Presipitatus
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mhs Indrayani Rahayuningsih |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 06:41 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 06:41 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/10379 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
