Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lip Balm Minyak Biji Delima (Punica granatum L.) serta Uji Iritasi Secara In Vivo sebagai Pelembap Bibir

Salsabila, Naurah Noor (2026) Formulasi dan Karakteristik Sediaan Lip Balm Minyak Biji Delima (Punica granatum L.) serta Uji Iritasi Secara In Vivo sebagai Pelembap Bibir. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.

[img] Text
HALAMAN ORISINALITAS.pdf

Download (127kB)
[img] Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (190kB)
[img] Text
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf

Download (242kB)
[img] Text
HALAMAN JUDUL.pdf

Download (454kB)
[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH BAB 1.pdf

Download (104kB)
[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH RV BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (437kB)
[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH RV BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (335kB)
[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (217kB)
[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (121kB)
[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH DAPUS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (191kB)
[img] Text
LAMPIRAN NEW.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki tingkat paparan sinar matahari yang tinggi sehingga bibir rentan mengalami kekeringan, pecah-pecah, iritasi, dan penurunan kelembapan. Kondisi tersebut mendorong perlunya penggunaan produk perawatan bibir seperti lip balm untuk menjaga perlindungan pada bibir. Minyak biji delima (Punica granatum L.) dipilih sebagai bahan aktif karena mengandung asam punisat, vitamin E, serta polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan lip balm minyak biji delima. Penelitian menggunakan metode laboratorium eksperimental dengan tiga formula yang mengandung minyak biji delima konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5%. Proses formulasi dilakukan dengan peleburan basis (cera alba, setil alkohol, dan Vaselin album), kemudian penambahan BHT dan minyak biji delima hingga terbentuk massa yang homogen. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, nilai pH, daya sebar, daya lekat, dan uji daya lembap. Selain itu dilakukan uji iritasi secara in vivo menggunakan kelinci albino dengan pengamatan eritema (kemerahan) dan edema (pembengkakan) pada jam ke-24, 48, dan 72. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan lip balm. Nilai pH berkisar antara 4,45–4,56, daya sebar 3,33–3,52 cm, dan daya lekat 1,19–1,53 detik. Formula terbaik adalah F2 (1%) karena memiliki paling optimal pada parameter fisik. Hasil uji daya lembap menunjukkan peningkatan kelembapan tertinggi sebesar 10,21% pada hari pertama. Hasil uji iritasi menunjukkan skor eritema dan edema sebesar 0 dengan indeks iritasi primer 0, sehingga termasuk kategori sangat ringan (negligible). Berdasarkan hasil penelitian, minyak biji delima dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm yang memenuhi persyaratan mutu fisik, memiliki kemampuan melembapkan, serta aman digunakan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: karakteristik fisik, lip balm, minyak biji delima, uji iritasi
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan Farmasi > D3 Farmasi
Depositing User: Mhs NAURAH NOOR SALSABILA
Date Deposited: 05 Aug 2026 03:46
Last Modified: 05 Aug 2026 03:46
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/10118

Actions (login required)

View Item View Item