KETEPATAN PENGODEAN DIAGNOSIS TUBERCULOSIS BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG DI RSUD KHZ MUSTHAFA TASIKMALAYA

Fitriani, Nurdiyanti (2026) KETEPATAN PENGODEAN DIAGNOSIS TUBERCULOSIS BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG DI RSUD KHZ MUSTHAFA TASIKMALAYA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.

[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (289kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (380kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (425kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (317kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (271kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img] Text (HALAMAN PENGESAHAN)
Halaman Pengesahan.pdf

Download (284kB)
[img] Text (PERNYATAAN ORISINALITAS)
Pernyataan Orsinalitas.pdf

Download (198kB)
[img] Text (HALAMAN JUDUL)
Halaman Judul.pdf

Download (412kB)
[img] Text (LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI)
Lembar persetujuan publikasi.pdf

Download (253kB)

Abstract

Latar Belakang : Ketepatan pengodean diagnosis merupakan faktor penting dalam menghasilkan data kesehatan yang akurat dan terstandar, terutama di rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan. Tuberkulosis merupakan penyakit dengan beban kasus yang tinggi sehingga memerlukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis. Ketidaktepatan pengodean dapat memengaruhi pelaporan serta pembiayaan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan pengodean diagnosis tuberkulosis berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang di RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya. Metode Penelitian : P Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 108 dokumen rekam medis pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap diagnosis, hasil pemeriksaan penunjang, kode ICD-10, kode ICD-9-CM, serta kesesuaian pelaksanaan pengodean dengan standar operasional prosedur (SOP). Data kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan tingkat ketepatan pengodean. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 108 dokumen rekam medis yang diteliti, sebanyak 69,4% kode diagnosis telah tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan penunjang dan pedoman ICD-10, sedangkan 30,6% lainnya tidak tepat. Pada kesesuaian pengodean tindakan, sebanyak 82,4% dinyatakan sesuai dan 17,6% tidak sesuai. Adapun kesesuaian proses pengodean berdasarkan SOP menunjukkan bahwa 90,7% telah sesuai dan 9,3% belum sesuai. Kesimpulan : Sebagian besar pengodean diagnosis tuberkulosis, pengodean tindakan, serta pelaksanaan proses pengodean berdasarkan SOP telah sesuai. Namun, masih ditemukan ketidaktepatan dalam penetapan kode diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan ketelitian petugas serta evaluasi secara berkala terhadap proses pengodean guna menjamin mutu informasi kesehatan dan mendukung pelaporan yang akurat.. Kata Kunci : Ketepatan; Tuberculosis; Pemeriksaan Penunjang; ICD-10. Daftar Pustaka : 23 (2011-2025)

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
UNSPECIFIEDSuhenda, Andi4006097501andi.suhenda@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Uncontrolled Keywords: Ketepatan; Tuberculosis; Pemeriksaan Penunjang; ICD-10.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan RMIK > D3 Rekam Medis & Informasi Kesehatan
Depositing User: Mhs Nurdiyanti Fitriani
Date Deposited: 28 Jul 2026 07:03
Last Modified: 28 Jul 2026 07:03
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/10050

Actions (login required)

View Item View Item