octora, suci asriani herfhi (2026) DISTRIBUSI KEJADIAN DIABETES MELLITUS BERDASARKAN FAKTOR DEMOGRAFI PADA PESERTA BPJS DI JAWA BARAT TAHUN 2015-2024. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya.
|
Text
Halaman Pernyataan Orisinalitas.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan.pdf Download (400kB) |
|
|
Text
Halaman Persetujuan Publikasi.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
Halaman Judul.pdf Download (394kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (258kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (271kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (199kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (181kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun nasional. Jawa Barat sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia menunjukkan peningkatan kasus DM dari tahun ke tahun. Faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, dan wilayah berperan penting dalam memengaruhi risiko terjadinya Diabetes Mellitus. Namun, pemanfaatan data BPJS Kesehatan sebagai sumber analisis epidemiologis masih terbatas sehingga memerlukan kajian lebih mendalam mengenai distribusi kejadian DM berdasarkan karakteristik demografis peserta BPJS. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data sekunder diperoleh dari BPJS Kesehatan Jawa Barat tahun 2015-2024. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi kejadian Diabetes Mellitus berdasarkan faktor demografi, meliputi usia, jenis kelamin, dan wilayah. Hasil disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil : Total peserta DM selama periode penelitian mencapai 17.221 peserta, dengan dominasi DM Tipe 2. Kasus terbanyak terdapat pada usia 18–59 tahun dan ≥60 tahun, serta lebih banyak pada perempuan dibandingkan laki-laki. Tren kasus meningkat pada 2015–2019, menurun pada 2020 2023, dan kembali meningkat pada 2024. Kesimpulan : Distribusi Diabetes Mellitus pada peserta BPJS Jawa Barat tahun 2015–2024 berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan wilayah. Kasus terbanyak terdapat pada usia 18–59 tahun dan ≥60 tahun serta lebih banyak pada perempuan. Wilayah dengan jumlah peserta lebih besar menunjukkan kasus lebih tinggi. Tren kasus meningkat pada 2015–2019, menurun pada 2020–2023, dan kembali meningkat pada 2024.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Mellitus, Faktor Demografi, BPJS Kesehatan, Distribusi Kejadian, Data Sekunder. | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
||||||||
| Divisions: | Jurusan RMIK > D3 Rekam Medis & Informasi Kesehatan | ||||||||
| Depositing User: | Mhs Suci Asriani Herfhi Octora | ||||||||
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 06:33 | ||||||||
| Last Modified: | 03 Aug 2026 06:33 | ||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
