Muhtadin, Shabrina Jameel (2026) Gambaran Tingkat Pengetahuan Penyakit Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) dan Swamedikasinya Pada Siswa SMAN 1 Ciparay Bandung. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text (Halaman Depan)
Halaman Pernyataan Orisinalitas.pdf Download (617kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
Halaman Pengesahan.pdf Download (393kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
Halaman Judul.pdf Download (713kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (350kB) |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (503kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (496kB) |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (352kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (332kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (339kB) |
|
|
Text (Daftar Lampiran)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
persetujuan publikasi.pdf Download (568kB) |
Abstract
Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) atau sariawan merupakan peradangan mukosa rongga mulut dengan ciri khas lesi ulserasi yang umum dijumpai pada anak-anak, remaja, maupun dewasa. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup pasien karena adanya rasa nyeri/sakit dan rasa tidak nyaman. Kasus SAR sering terjadi pada usia remaja (15-19) yang dipengaruhi faktor predisposisi diantaranya imunitas, defisiensi nutrisi, trauma, stress, faktor hormonal, serta kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswa tentang SAR dan swamedikasinya di SMAN 1 Ciparay Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibuat untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa tentang definisi, penyebab, gejala, dan swamedikasi SAR. Penentuan sampel dilakukan menggunakan mixed methods yaitu purposive sampling untuk mengambil sampel dengan kriteria tertentu dan stratified random sampling untuk menentukan perwakilan responden berdasarkan tingkatan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang penyakit SAR dan swamedikasinya berada pada kategori baik sebesar 56%, kategori cukup sebesar 34,7%, dan kategori kurang sebesar 9,3%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa di SMAN 1 Ciparay Bandung mengenai penyakit SAR dan swamedikasinya secara keseluruhan berada pada kategori baik, namun masih diperlukan adanya edukasi/penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait pencegahan dan pengobatan SAR.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stomatitis Aftosa Rekuren, Swamedikasi, Tingkat pengetahuan |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Mhs SHABRINA JAMEEL MUHTADIN |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 02:39 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 02:39 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
