Pengaruh Penyuluhan dengan Demonstrasi Berbasis Metode Drill terhadap Kemampuan Menggosok Gigi pada Anak Tunagrahita Ringan di SLB ABCD Mahmud Mahmudah Garut

Andini, Laras Dwie (2026) Pengaruh Penyuluhan dengan Demonstrasi Berbasis Metode Drill terhadap Kemampuan Menggosok Gigi pada Anak Tunagrahita Ringan di SLB ABCD Mahmud Mahmudah Garut. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya.

[img] Text (Cover)
Laras Dwi Andini.pdf

Download (638kB)
[img] Text (Motto)
Motto.pdf

Download (133kB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (178kB)
[img] Text (Kata Pengantar)
Kata Pengantar.pdf

Download (190kB)
[img] Text (Daftar Isi)
Daftar Isi.pdf

Download (193kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf

Download (212kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (518kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (285kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (249kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (145kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (187kB)
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf

Download (2MB)

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian serius di Indonesia, dengan prevalensi karies gigi mencapai 56,9% pada penduduk usia 3 tahun berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Anak tunagrahita ringan memiliki keterbatasan intelektual dan kemampuan adaptif yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan perawatan diri secara mandiri, termasuk menggosok gigi dengan benar. Tujuan: mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan gigi melalui demonstrasi berbasis metode drill terhadap kemampuan menggosok gigi pada anak tunagrahita ringan Metode: pendekatan kuantitatif dengan desain quasi pra-eksperiment "the one-group pretest-posttest design". Populasi dan sampel penelitian adalah 30 siswa tunagrahita ringan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil: Sebelum Penyuluhan (Pretest): 83,3% anak memiliki kemampuan menggosok gigi kategori ''kurang'' Rata-rata skor kemampuan: 44% Setelah Penyuluhan (Posttest): 60% anak mencapai kategori ''baik'' 40% anak mencapai kategori ''cukup'' 0% anak berkategori ''kurang'' Ratarata skor kemampuan: 75% Peningkatan: Terjadi peningkatan signifikan sebesar 31 poin (dari 44% menjadi 75%) Analisis Statistik: Uji Wilcoxon menunjukkan pvalue 0,000 (p 0,05). Hasil ini membuktikan ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kemampuan menggosok gigi sebelum dan setelah penyuluhanPenyuluhan kesehatan gigi dengan metode demonstrasi berbasis metode drill. Kesimpulan: Demonstrasi berbasis metode drill efektif meningkatkan kemampuan menggosok gigi anak tunagrahita ringan, sehingga intervensi ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran kesehatan gigi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah khusus, disertai saran untuk pendampingan rutin dan penguatan latihan di rumah

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAnang, Anang4018077601UNSPECIFIED
Thesis advisorWidyagdo, Agung4004048101UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: penyuluhan kesehatan gigi, demonstrasi, metode drill, tunagrahita ringan, kemampuan menggosok gig
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Jurusan Keperawatan Gigi > D4 Terapi Gigi
Depositing User: LARAS DWIE ANDINI
Date Deposited: 24 Jun 2026 03:22
Last Modified: 24 Jun 2026 03:22
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8060

Actions (login required)

View Item View Item