RAMADHANI, PUTRI (2023) ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.A DAN TN.S DENGAN HIPERTENSI YANG DILAKUKAN TERAPI AKTIVITAS BERJALAN KAKI DI PUSKESMAS KARANGSARI KABUPATEN CIREBON. Other. PRODI D.III KEPERAWATAN CIREBON. (Unpublished)
Text (PERNYATAAN ORISINALITAS)
KTI_Putri Ramadhani_ Surat Peryataan Keaslian Tulisan.pdf Download (249kB) |
|
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
KTI_Putri Ramadhani_ Lembar Pengesahan.pdf Download (294kB) |
|
Text (PERSETUJUAN PUBLIKASI)
KTI_Putri Ramadhani- Surat Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf Download (241kB) |
|
Text (JUDUL)
KTI_Putri Ramadhani_ Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
|
Text (BAB I)
KTI_Putri Ramadhani- BAB I.pdf Download (311kB) |
|
Text (BAB II)
KTI_Putri Ramadhani_ BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (646kB) | Request a copy |
|
Text (BAB III)
KTI_Putri Ramadhani_ BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (380kB) | Request a copy |
|
Text (BAB III)
KTI_Putri Ramadhani_ BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
Text (BAB IV)
KTI_Putri Ramadhani_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (181kB) | Request a copy |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
KTI_Putri Ramadhani- Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (396kB) | Request a copy |
|
Text (LAMPIRAN)
KTI_Putri Ramadhani- Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kasus penyakit hipertensi di Indonesia mencapai angka sebesar 34,11% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia kasus hipertensi tertinggi berada di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,13% dan terendah berada di Provinsi Papua dengan 22,22% Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat kedua dengan angka sebesar 34,7%. Hipertensi disebabkan oleh sakit kepala, penglihatan kabur, gelisah, rasa sakit di dada, jantung berdebar-debar, mudah lelah dan pusing. Akan tetapi tidak semua penderita hipertensi merasakan keluhan atau gejala tersebut, sehingga penyakit hipertensi ini diberi julukan membunuh secara diam-diam (silent killer). Dalam mengatasi kenaikan tekanan darah, Intervensi yang dapat dilakukan ialah terapi aktivitas berjalan kaki dengan durasi 30 menit dalam sehari sehingga dapat menurunkan tekanan darah sekitar 6-15 mmHg pada penderita hipertensi. Studi kasus ini adalah mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Hipertensi yang dilakukan Terapi Aktivitas Berjalan Kaki, Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek dua keluarga yang menderita hipertensi usia > 18 tahun. Hasil studi kasus didapatkan sebelum dilakukan tindakan terapi aktivitas berjalan kaki, pasien 1 mengeluhkan kepala pusing, tengkuk sakit dan tekanan darah 150/80 mmHg, pasien 2 mengeluhkan kepala pusing, tengkuk sakit dan tekanan darah 160/90 mmHg. Setelah dilakukan terapi aktivitas berjalan kaki Pasien 1 mengatakan keluhannya sudah tidak ada yang dirasakan dengan tekanan darah 120/80 mmHg, Pasien 2 mengatakan keluhan sudah tidak ada dengan tekanan darah 130/80 mmHg. Tindakan terapi aktivitsa berjalan kaki dapat menurunkan tekanan darah pada keluarga yang menderita hipertensi. Studi kasus ini diharapkan dapat diterapkan untuk memberikan asyhan keperawatan keluarga untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci : Terapi aktivitas berjalan kaki, dua keluarga, hipertensi
Item Type: | Monograph (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | KTIKEP2023, Terapi aktivitas berjalan kaki, dua keluarga, hipertensi, |
Subjects: | R Medicine > RT Nursing R Medicine > RZ Other systems of medicine |
Divisions: | Jurusan Keperawatan > D3 Keperawatan |
Depositing User: | CRBN PUTRI RAMADHANI |
Date Deposited: | 26 Jun 2023 07:14 |
Last Modified: | 05 Jul 2023 02:51 |
URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/2071 |
Actions (login required)
View Item |