Salsabila, Audia (2026) PENILAIAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS KASUS SECTIO CAESAREA UNTUK MENUNJANG MUTU PELAYANAN PASIEN DI RS PRASETYA BUNDA TASIKMALAYA TAHUN 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
|
Text
Halaman Pernyataan Orisinalitas.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan.pdf Download (348kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan Publikasi Karya Tulis Ilmiah.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
Halaman Judul.pdf Download (401kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (293kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (343kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (363kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (329kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (234kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Kelengkapan rekam medis kasus Sectio Caesarea (SC) penting untuk mutu pelayanan rekam medis. Studi pendahuluan RS Prasetya Bunda Tasikmalaya pada 12 rekam medis SC triwulan III 2025 rata-rata 66% lengkap. Ketidaklengkapan pada catatan sedasi-anestesi (58%), resume medis (58%), nama perawat (75%), waktu operasi selesai (100%). Faktor risiko karena beban kerja tinggi, tidak ada SPO pengisian rekam medis, dan audit dilakukan tahunan sehingga dapat menimbulkan risiko administrasi dan gangguan dalam manajemen data kesehatan. Tujuan: meningkatkan kelengkapan rekam medis kasus SC untuk meningkatkan mutu dan manajemen rekam medis yang optimal. Metodologi Penelitian: Menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan rekam medis pasien kasus Sectio Caesarea menggunakan teknik simple random sampling, populasi 234 rekam medis dengan sampel 148 rekam medis dengan observasi menggunakan lembar observasi mencakup 4 aspek: Identifikasi pasien, kelengkapan pelaporan penting, kelengkapan autentikasi, dan pendokumentasian yang diambil melalui analisis kelengkapan secara kuantitatif. Hasil: ratarata kelengkapan 67%, dengan identifikasi pasien 48,5%, pelaporan penting 77,8%, autentikasi 82%, pendokumentasian yang benar 61%. Kesimpulan: Kelengkapan rekam medis kasus Sectio Caesarea gagal mencapai target 100% karena tidak ada SPO pengisian rekam medis, audit tahunan, beban kerja tinggi sehingga berisiko klaim BPJS ditolak, akreditasi gagal, medikolegal. Perlu adanya audit kelengkapan bulanan, SPO pengisian rekam medis, pelatihan pengisian rekam medis yang lengkap untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit yang secara berkelanjutan. Kata Kunci: Rekam Medis, Kelengkapan, Sectio Caesarea, Rumah Sakit, Mutu Pelayanan Rekam Medis Daftar pustaka: 63 (2017-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Rekam Medis, Kelengkapan, Sectio Caesarea, Rumah Sakit, Mutu Pelayanan Rekam Medis | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) | ||||||||
| Divisions: | Jurusan RMIK > D3 Rekam Medis & Informasi Kesehatan | ||||||||
| Depositing User: | Mhs Audia Salsabila | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 04:28 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 04:28 | ||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9979 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
