Nurwenda, Andhara Aggnis and Setiadi, Dedi (2026) ANALISIS DATA KASUS PNEUMONIA BERDASARKAN KARAKTERISTIK BALITA DI PUSKESMAS URUG TAHUN 2022-2024. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text
orisinalitas.pdf Download (118kB) |
|
|
Text
pengesahan.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
publikasi.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
Halaman Judul +daftar isi.pdf Download (467kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (279kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (327kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (966kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (177kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (205kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
persetujuan.pdf Download (164kB) |
Abstract
Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang jaringan paru-paru dan tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian pada balita. Menurut data World Health Organization (2022), pneumonia memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap angka kematian anak usia bawah lima tahun di seluruh dunia. Pemanfaatan data rekam medis di UPTD Puskesmas Urug penting dilakukan untuk memperoleh gambaran distribusi kasus pneumonia sebagai dasar perencanaan program kesehatan anak. Metodelogi Penelitian: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berasal dari data sekunder berupa rekam medis balita yang terdiagnosis pneumonia di UPTD Puskesmas Urug Kota Tasikmalaya tahun 2022–2024. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif melalui penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian : Selama periode penelitian diperoleh 630 kasus pneumonia pada balita. Jumlah kasus mengalami fluktuasi, yaitu 171 kasus pada tahun 2022, meningkat menjadi 240 kasus pada tahun 2023, kemudian menurun menjadi 219 kasus pada tahun 2024. Sebagian besar kasus pneumonia ditemukan pada balita berusia kurang dari dua tahun, khususnya kelompok usia 12–23 bulan dan 0–11 bulan. Berdasarkan jenis kelamin, kejadian pneumonia lebih banyak ditemukan pada balita berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan status gizi, sebagian besar kasus terjadi pada balita dengan status gizi baik, meskipun terjadi peningkatan persentase pada kategori gizi kurang pada tahun 2024. Kesimpulan : Pneumonia pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Urug masih menjadi permasalahan kesehatan yang membutuhkan perhatian secara berkesinambungan. Data rekam medis dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan perencanaan program pencegahan pneumonia di tingkat puskesmas. Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Usia, Jenis Kelamin, Status Gizi, Rekam Medis, Puskesmas Urug. Daftar Pustaka: 23 (2011-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan RMIK > D3 Rekam Medis & Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mhs Andhara Aggnis Nurwenda |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 06:18 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 06:18 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9918 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
