Maisya Salsabila, MS (2026) Gambaran Pengetahuan Orantua Tentang Faktor Penyebab Terjadinya ISPA Pada Balita Di Puskesmas Kecamatan Leuwisari Singaparna. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text
Halaman Orisinalitas.pdf Download (168kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan.pdf Download (123kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
Halaman Judul.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (BAB 1)
Bab1_Pendahuluan.pdf Download (400kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab2_Tinjauan Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (600kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab3_Metode Penelitian.pdf Restricted to Repository staff only Download (725kB) |
|
|
Text (Bab IV)
Bab4_Hasil Dan Pembahasan.pdf Restricted to Repository staff only Download (681kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab5_Kesimpulan.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar_Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (489kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
lembar persetujuan publikasi.pdf Download (535kB) |
Abstract
Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA adalah terjadinya infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke dalam saluran pernapasan dan berlangsung selama 14 hari. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, kasus ISPA meningkat hingga 2.071 orang. Dari 40 unit puskesmas yang ada di Kabupaten Taikmalaya, kecamatan Leuwisari Singaparna menduduki Angka ke tiga tertinggi. kejadian ISPA berhubungan erat dengan perilaku manusia, oleh karena itu pengetahuan sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu gambaran pengetahuan Orang Tua tentang faktor penyebab terjadi penyakit ISPA pada balita di Puskesmas kecamatan Leuwisari Singaparna. Metode pada penelitian ini Kuantitatif dipilih sebagai metode dalam penelitian ini. Dengan menerapkan desain penelitian yang di gunakan yaitu observasional berbentuk survei dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan sampel yaitu menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Puskesmas untuk mengoptimalkan program edukasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam pencegahan ISPA pada balita, serta sumber referensi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat dan farmasi klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik yaitu sebanyak 46 orang (57,5%), diikuti kategori cukup sebanyak 33 orang (41,3%), dan kategori kurang sebanyak 1 orang (1,3%). Secara spesifik, proporsi pengetahuan baik tertinggi ditemukan pada kelompok orang tua usia 41–50 tahun (62,5%), responden dengan tingkat pendidikan Diploma (66,7%), serta responden yang berstatus sebagai karyawan (58,8%). Melalui temuan ini, diharapkan pihak puskesmas dapat mengoptimalkan program edukasi khususnya terkait mekanisme penularan penyakit yang masih banyak disalahpahami oleh mayoritas responden serta menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi menekan angka kejadian ISPA pada balita
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Balita, Faktor Penyebab, ISPA, Pengetahuan Orang Tua. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Mhs Maisya Salsabila |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 03:43 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 03:43 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9483 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
