Penerapan Latihan Range of Motion (ROM) Terhadap Peningkatan Perfusi Perifer dan Sensitivtas Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya

yuniadi, ahmad (2026) Penerapan Latihan Range of Motion (ROM) Terhadap Peningkatan Perfusi Perifer dan Sensitivtas Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

[img] Text
pengesahan ahmad_page-0001.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (140kB)
[img] Text
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN AHMD.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (169kB)
[img] Text
43_ahmad_persetujuan publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (178kB)
[img] Text
43_AHMAD YUNIADI halaman judul.pdf

Download (534kB)
[img] Text
43_ahmad_BAB I.pdf

Download (224kB)
[img] Text
43_ahmad_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (596kB)
[img] Text
43_ahmad_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (315kB)
[img] Text
43_ahmad_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (207kB)
[img] Text
43_ahmad_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (161kB)
[img] Text
43_ahmad yuniadi_daftar pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (243kB)
[img] Text
LAMPIRAN adi.pdf

Download (1MB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi neuropati perifer diabetik yang ditandai dengan penurunan sensitivitas kaki. Penurunan sensitivitas kaki meningkatkan risiko terjadinya ulkus diabetikum, infeksi, gangren, hingga amputasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sensitivitas kaki adalah latihan Range of Motion (ROM). Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ROM terhadap sensitivitas kaki pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien DM tipe 2 yang mengalami penurunan sensitivitas kaki. Pengkajian sensitivitas kaki dilakukan menggunakan monofilament test sebelum dan sesudah intervensi. Latihan ROM diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi 2 kali sehari dan durasi 15–30 menit setiap sesi. Gerakan yang dilakukan meliputi fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, dan rotasi pada ekstremitas bawah. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan sensitivitas kaki pada kedua pasien setelah diberikan latihan ROM. Pada pasien pertama, nilai monofilament test meningkat dari 5 menjadi 7, sedangkan pada pasien kedua meningkat dari 6 menjadi 9. Selain itu, keluhan kesemutan, kebas, dan nyeri pada kaki berkurang. Kadar glukosa darah sewaktu juga mengalami penurunan, yaitu dari 243 mg/dL menjadi 213 mg/dL pada pasien pertama dan dari 223 mg/dL menjadi 187 mg/dL pada pasien kedua. Hasil ini menunjukkan bahwa latihan ROM dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah perifer dan fungsi saraf sensorik. Dapat disimpulkan bahwa latihan ROM efektif meningkatkan sensitivitas kaki pada pasien DM tipe 2 dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu mencegah komplikasi neuropati perifer diabetik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: M D4 Ahmad Yuniadi
Date Deposited: 10 Sep 2026 04:00
Last Modified: 10 Sep 2026 04:00
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9468

Actions (login required)

View Item View Item