Joelkarnaen, Diva Putri (2026) Gambaran penggunaan obat asma pada pasien asma di Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya pada tahun 2024. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA.
|
Text
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf Download (309kB) |
|
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf Download (424kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (510kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (265kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (287kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (139kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (167kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Di Indonesia, asma termasuk ke dalam 10 besar penyakit penyebab kematian karena hampir 10% penduduk menderita penyakit ini. Prevalensi asma tertinggi berada di Provinsi Jawa Barat sebesar 2,4% dengan jumlah pasien mencapai 156.977 orang. Variasi dalam pemilihan obat asma dan rute pemberian obat sering menyebabkan ketidaktepatan terapi yang dapat memperburuk kontrol gejala serta meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat asma pada pasien asma di Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif melalui pengumpulan dan analisis data berupa frekuensi dan persentase pasien yang mendapatkan terapi asma berdasarkan jenis kelamin, kategori usia, golongan obat, zat aktif, dosis obat, lama pemberian, bentuk sediaan, rute pemberian, dan kombinasi penggunaan obat asma. Populasi penelitian berjumlah 233 sampel dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh 147 sampel. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien perempuan lebih banyak mendapatkan terapi obat asma sebanyak 86 pasien (59%), sedangkan pasien laki-laki sebanyak 61 pasien (41%). Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Short-Acting Beta Agonist (SABA) sebanyak 131 resep (67%). Salbutamol menjadi zat aktif yang paling banyak diresepkan sebanyak 131 resep (67%). Dosis yang paling sering digunakan adalah salbutamol 2 mg tiga kali sehari sebanyak 81 resep (42%). Lama pemberian yang paling banyak adalah selama 3 hari sebanyak 88 resep (45%). Bentuk sediaan yang paling banyak diresepkan adalah tablet sebanyak 185 resep (95%), seluruh obat diberikan melalui rute oral sebanyak 195 resep (100%), kombinasi zat aktif obat asma yang sering diresepkan adalah salbutamol dengan prednisone sebanyak 36 rsep (75%). Kata Kunci: Asma, Kuantitatif, Deskriptif, Pengobatan asma
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asma, Kuantitatif, Deskriptif, Pengobatan asma |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Mhs Diva Putri Joelkarnaen |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 02:50 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 02:50 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9358 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
