PENERAPAN TERAPI GUIDED IMAGERY DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR POST ORIF DI RSUD DR. SOEKADJO TASIKMALAYA

Fauzi, Lefi and Rosdiana, Ida and Aryanti, Dewi (2026) PENERAPAN TERAPI GUIDED IMAGERY DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR POST ORIF DI RSUD DR. SOEKADJO TASIKMALAYA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA.

[img] Text (Halaman Pernyataan Orisinalitas)
Halaman Pernyataan Orisinalitas.pdf

Download (687kB)
[img] Text (Halaman Pengesahan)
Halaman Pengesahan.pdf

Download (568kB)
[img] Text (Halaman Depan)
Halaman depan.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I .pdf

Download (180kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (121kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (262kB)
[img] Text
Lembar pernyataan publikasi.pdf

Download (125kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Fraktur femur merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang sering memerlukan tindakan operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Nyeri pascaoperasi merupakan masalah utama yang dapat menghambat mobilisasi, memperpanjang masa perawatan, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri, salah satunya melalui kombinasi terapi guided imagery dan aromaterapi lavender. Tujuan: Menggambarkan penerapan terapi guided imagery dan aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien fraktur femur post ORIF di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien fraktur femur post ORIF yang dirawat di Ruang Melati 4 RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Intervensi berupa terapi guided imagery dan aromaterapi lavender diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua pasien setelah diberikan intervensi. Pada pasien 1, skala nyeri menurun dari 7 menjadi 3 dengan total penurunan 4 poin dan rata-rata penurunan 1,3 poin per hari. Pada pasien 2, skala nyeri menurun dari 8 menjadi 5 dengan total penurunan 3 poin dan rata-rata penurunan 1 poin per hari. Maka selisih kedua pasien adalah 0,3. Selain itu, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, frekuensi nadi menurun, serta kemampuan mobilisasi meningkat secara bertahap. Kesimpulan: Penerapan terapi guided imagery dan aromaterapi lavender dapat membantu menurunkan skala nyeri pada pasien fraktur femur post ORIF serta meningkatkan kenyamanan dan relaksasi pasien selama masa perawatan. Intervensi ini dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri pasien fraktur femur post ORIF. Rekomendasi: Perawat dapat mengimplementasikan terapi guided imagery dan aromaterapi lavender sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping terapi medis untuk membantu mengoptimalkan manajemen nyeri pada pasien fraktur femur post ORIF. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender, Fraktur, Guided Imagery, Nyeri

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Lefi Fauzi Budiman
Date Deposited: 06 Aug 2026 08:28
Last Modified: 06 Aug 2026 08:28
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9314

Actions (login required)

View Item View Item