Kartika, Restian Ajeng (2026) Gambaran Penggunaan Obat Life Saving pada Pasien STEMI di Rumah Sakit Jasa Kartini Kota Tasikmalaya Tahun 2025. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text (Halaman Depan)
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (50kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (234kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf Download (156kB) |
|
|
Text (Halaman Depan)
HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (291kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan komprehensif, termasuk obat-obatan penyelamat jiwa yang digunakan dalam kondisi kegawatdaruratan termasuk STEMI, yaitu keadaan gawat darurat jantung akibat oklusi total arteri koroner yang dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani segera. Namun, data mengenai pola penggunaan obat Life saving pada pasien STEMI di Rumah Sakit Jasa Kartini Kota Tasikmalaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat Life saving pada pasien STEMI di rumah sakit tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien yang didiagnosis STEMI pada tahun 2025, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu 82 pasien. Data dianalisis secara deskriptif melalui SPSS. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel untuk menggambarkan pola penggunaan obat Life saving pada pasien STEMI berdasarkan karakteristik pasien dan penggunaan obat life saving. Pasien dengan diagnosis STEMI didominasi oleh kelompok usia 45-59 tahun (pra lansia) dan kelompok usia ≥ 60 Tahun (lansia), dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki dan lokasi infark paling sering adalah STEMI anterior. Penggunaan obat life saving menunjukkan bahwa golongan antikoagulan merupakan terapi yang paling banyak digunakan, dengan zat aktif terbanyak fondaparinux sodium dan rute pemberian keseluruhan diberikan secara parenteral. Dosis obat yang digunakan meliputi streptokinase 1,5 juta IU, fondaparinux sodium 2,5 mg, dan heparin 5.000 IU/mL, dengan frekuensi pemberian obat satu kali sehari.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Obat life saving, penggunaan obat, STEMI | ||||||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mhs Restian Ajeng Kartika | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 02:52 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Jul 2026 02:52 | ||||||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
