Penerapan Akupresur Titik Hegu (Large Intestine 4) Terhadap Nyeri Penusukan Arteriovenous Fistula Pada Pasien Hemodialisis Di RSD Gunung Jati Cirebon

Khuzaimah, Azmy and Rosdiana, Ida (2026) Penerapan Akupresur Titik Hegu (Large Intestine 4) Terhadap Nyeri Penusukan Arteriovenous Fistula Pada Pasien Hemodialisis Di RSD Gunung Jati Cirebon. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.

[img] Text
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf

Download (414kB)
[img] Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (438kB)
[img] Text
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf

Download (383kB)
[img] Text
HALAMAN JUDUL.pdf

Download (512kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (215kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (403kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (330kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (272kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (207kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (189kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (697kB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis. Sebagian besar klien hemodialisis menggunakan akses vaskular arteriovenous fistula (AVF) yang memerlukan tindakan kanulasi pada setiap sesi hemodialisis. Prosedur kanulasi AVF dapat menimbulkan nyeri yang berdampak pada klien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri adalah akupresur titik Hegu (Large Intestine 4/LI4). Tujuan: Menggambarkan penerapan akupresur titik Hegu (LI4) terhadap nyeri penusukan AVF pada klien yang menjalani hemodialisis. Metode: Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi pada dua klien PGK yang menjalani hemodialisis menggunakan akses AVF dan mengalami nyeri saat kanulasi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Intervensi akupresur titik Hegu (LI4) diberikan sebanyak tiga kali pada pertemuan kedua hingga keempat selama dua menit sebelum kanulasi dan dipertahankan selama proses penusukan berlangsung. Hasil: Sebelum intervensi, skor nyeri VAS Ny. E sebesar 6,9 cm dan Ny. M sebesar 6,7 cm yang termasuk kategori nyeri sedang. Setelah tiga kali pemberian akupresur titik Hegu (LI4), skor nyeri Ny. E menurun menjadi 3 cm dan Ny. M menjadi 2,8 cm. Penurunan nyeri terjadi secara bertahap pada setiap pertemuan dan disertai berkurangnya respons nonverbal berupa ekspresi meringis saat kanulasi AVF. Kedua klien mengalami perubahan tingkat nyeri dari kategori nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Kesimpulan: Penerapan akupresur titik Hegu (LI4) pada dua klien yang menjalani hemodialisis menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri penusukan AVF secara bertahap setelah tiga kali intervensi, ditandai dengan penurunan skor VAS dan perubahan nyeri dari kategori sedang menjadi ringan. Akupresur titik Hegu (LI4) dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan komplementer yang aman, mudah dilakukan, dan berpotensi membantu mengurangi nyeri saat kanulasi AVF. Kata Kunci: Arteriovenous Fistula, Hemodialisis, Nyeri, Akupresur, Titik Hegu (LI4).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Arteriovenous Fistula, Hemodialisis, Nyeri, Akupresur, Titik Hegu (LI4)
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > NERS
Depositing User: Mhs Azmy Khuzaimah
Date Deposited: 13 Jul 2026 02:59
Last Modified: 13 Jul 2026 02:59
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/9032

Actions (login required)

View Item View Item