IMPLEMENTASI DEVELOPMENTAL CARE MELALUI TERAPI NESTING PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) UNTUK MENINGKATKAN SATURASI OKSIGEN DI RUANG PERINATOLOGI RSUD KHZ. MUSTHAFA KABUPATEN TASIKMALAYA

Firnanda, Mutiara Azzakiyah (2026) IMPLEMENTASI DEVELOPMENTAL CARE MELALUI TERAPI NESTING PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) UNTUK MENINGKATKAN SATURASI OKSIGEN DI RUANG PERINATOLOGI RSUD KHZ. MUSTHAFA KABUPATEN TASIKMALAYA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.

[img] Text
surat Keaslian tulisan .pdf

Download (374kB)
[img] Text
lembar pengesahan .pdf

Download (362kB)
[img] Text
surat pernyataan persetujuan publikasi .pdf

Download (381kB)
[img] Text
Halaman Judul.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (299kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (414kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (289kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (342kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (271kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (257kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (843kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Implementasi Developmental Care Melalui Terapi Nesting Pada Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen Di Ruang Perinatologi Rsud Khz. Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Mutiara Azzakiyah Firnanda1 Dini mariani2 Lia Herliana3 Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap komplikasi dan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka kesakitan dan kematian bayi di Indonesia. Kondisi ini biasanya terjadi karna bayi lahir lebih cepat dari usia kehamilan yang normal atau karena gangguan pertumbuhan janin, sehingga berat badan bayi kurang dari 2.500 gram. Bayi yang lahir dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan dan gangguan perkembangan. Hal lain yang perlu diperhatikan pada bayi BBLR adalah masalah pada sistem pernapasan karena ketidaksatabilan fungsi fisiologis yaitu suhu, denyut jantung dan saturasi oksigen, hal ini akan berdampak pada bayi seperti hipotermia dan denyut jantung berdebar lebih cepat dan napas melambat bisa menyebabkan gangguan pernapasan berulang. Asuhan keperawatan evidance Based Nursing Practice terapi nesting ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan saturasi oksigen sebelum dan sesudah diterapkannya terapi nesting pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Terapi nesting merupakan tindakan developmental care yang dilakukan dengan mempertahankan posisi fleksi fisiologis bayi agar memberikan rasa nyaman, membantu stabilitas fisiologis, dan mendukung fungsi pernapasan bayi. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dengan tahapan asuhan keperawatan pada 1 klien bayi BBLR yang mengalami masalah ketidakstabilan saturasi oksigen, kemudian diberi terapi selama 5 hari perawatan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar saturasi oksigen setelah diberikan implementasi developmental care melalui terapi nesting pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang mengalami penurunan saturasi oksigen. Kesimpulan pada penelitian ini adalah implementai developmental care melalui terapi nesting terbuktik efektif untuk meningkatkan kadar saturasi oksigen pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Kata Kunci : BBLR, Terapi Nesting, Saturasi Oksigen Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: BBLR, Terapi Nesting, Saturasi Oksigen
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > D3 Keperawatan
Depositing User: Mhs Mutiara Azzakiyah Firnanda
Date Deposited: 07 Aug 2026 03:39
Last Modified: 07 Aug 2026 03:39
URI: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8632

Actions (login required)

View Item View Item