Kamila, Hasna (2026) Gambaran Sifat Organoleptik dan Kandungan Gizi Dimsum Ayam Substitusi Jamur Merang dengan Penambahan Bayam sebagai Alternatif Snack Pencegahan Hipertensi. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text
PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf Download (250kB) |
|
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf Download (549kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (250kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (329kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (284kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (509kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (178kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (210kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tercatat bahwa prevalensi hipertensi pada populasi berusia ≥ 15 tahun di Indonesia mencapai 30,8%. Kondisi ini berkorelasi kuat dengan ketidakseimbangan pola konsumsi, khususnya asupan natrium yang berlebihan dan defisiensi kalium. Sebagai langkah pencegahan, dilakukan pengembangan produk pangan fungsional berupa dimsum yang diformulasikan dengan bahan dasar lokal kaya kalium, yakni jamur merang (300 mg/100 g) dan bayam (456,4 mg/100 g). Dimsum dipilih sebagai bentuk fisik produk karena preferensi konsumen yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai profil organoleptik, kandungan nutrisi, dan kalkulasi biaya produksi dimsum tersebut. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan analisis deskriptif melalui 2 tahap penelitian. Penelitian tahap 1 menggunakan tiga formulasi perbandingan daging ayam, jamur merang F1 (30%:70%), F2 (25%:75%), dan F3 (20%:80%) yang diuji organoleptik oleh 10 panelis agak terlatih. Formula paling disukai pada penelitian tahap 1 adalah F2. Penelitian tahap 2 menggunakan empat formulasi penambahan bayam sebanyak 10%, 15%, 20%, dan 25% yang diuji organoleptik oleh 30 panelis tidak terlatih dengan uji hedonik. Hasil menunjukkan formula yang paling disukai yaitu F1 (25%:75%) + 10% dengan nilai parameter warna 5,5, aroma 5,2, rasa 5,7, tekstur 5,5, dan rata-rata 5,5. Formula 1 mengandung energi sebanyak 256,6 kkal, protein 10,0 g, lemak 12,2 g, karbohidrat 27,2 g, kalium 406, 8 mg, natrium 449,6 mg, dan serat 2,1 g. Konsumsi 100 g dimsum dapat mencukupi 8,6% kecukupan kalium per-hari bagi usia 30 – 49 tahun. Estimasi harga jual produk seharga Rp 8.000/100 g. Kata kunci: hipertensi, kalium, jamur merang, bayam, dimsum
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hipertensi, kalium, jamur merang, bayam, dimsum |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Depositing User: | Mhs Hasna Kamila |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 06:52 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 06:52 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/8253 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
