Ati Sumianingsih Wijaya, ASW (2025) HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA DI RSUD dr. SLAMET GARUT. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
|
Text
1. Halaman Pernyataan Orisinalitas.pdf Download (446kB) |
|
|
Text
2. Halaman Pengesahan.pdf Download (754kB) |
|
|
Text
3. Lembar Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah.pdf Download (454kB) |
|
|
Text
4. Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
5. BAB 1.pdf Download (441kB) |
|
|
Text
5. BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (455kB) | Request a copy |
|
|
Text
5. BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (578kB) | Request a copy |
|
|
Text
5. BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (368kB) | Request a copy |
|
|
Text
5. BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (328kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (303kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Preeklamsia merupakan gangguan hipertensi yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Di RSUD dr. Slamet Garut 2025, kasus rujukan maternal dengan Preeklamsia cukup tinggi, April 26,8%, Mei 19,6%, dan Juni 29,3%. Status gizi ibu hamil diduga berperan penting dalam kejadian Preeklamsia, sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan keduanya. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di RSUD dr. Slamet Garut. Metode penelitian: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 88 ibu hamil trimester III dipilih secara accidental sampling. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), dan diagnosis preeklamsia ditentukan berdasarkan tekanan darah dan proteinuria. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 50% ibu hamil memiliki status gizi gemuk, dan 42% mengalami preeklamsia. Uji chi-square menghasilkan nilai p = 0,000, menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian preeklamsia. Ibu dengan status gizi gemuk memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklamsia dibandingkan ibu dengan gizi normal atau kurus. Kesimpulan: Status gizi salah satu faktor kejadian preeklamsia. Pemantauan gizi sejak awal kehamilan sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Status gizi, preeklamsia, ibu hamil | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics | ||||||||
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > D4 Kebidanan | ||||||||
| Depositing User: | M D4 ATI SUMIANINGSIH WIJAYA | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 04:10 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Dec 2025 04:10 | ||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/7861 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
