Sanjani, Muhammad Ilham (2025) Implementasi Fisioterapi Dada Dan Latihan Batuk Efektif Terhadap Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya.
|
Text (Judul)
Judul.pdf Download (254kB) |
|
|
Text (Lembar Pengesahan)
Lembar Pengesahan .pdf Download (335kB) |
|
|
Text (Kaslian Tulisan)
Surat Keaslian Tulisan.pdf Download (285kB) |
|
|
Text (Persetujuan Publikasi)
Lembar Persetujuan Publikasi.pdf Download (34kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I Pendahuluan.pdf Download (135kB) |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2 Tinjauan Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (556kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3 Metode KTI.pdf Restricted to Repository staff only Download (142kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
BAB 4 Hasil Dan Pembahasan.pdf Restricted to Repository staff only Download (387kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5 Kesimpulan Dan Saran.pdf Download (22kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Download (96kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran .pdf Download (857kB) |
Abstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara secara progresif dan tidak reversibel, disertai dengan peningkatan produksi sputum yang menyebabkan gangguan bersihan jalan napas. Penanganan PPOK tidak hanya memerlukan intervensi farmakologis, namun juga intervensi non-farmakologis seperti fisioterapi dada dan latihan batuk efektif yang terbukti mampu memperbaiki fungsi pernapasan pasien. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengimplementasikan fisioterapi dada dan latihan batuk efektif terhadap masalah bersihan jalan napas. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan teknik fisioterapi dada yang mencakup postural drainage, perkusi, dan vibrasi, serta latihan batuk. Proses intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Hasil menunjukkan adanya perubahan signifikan kondisi kedua pasien setelah diberikan intervensi. Pada pasien I frekuensi napas menurun dari 30x/menit menjadi 20x/menit, saturasi oksigen meningkat dari 86% menjadi 96%, dan jumlah sputum yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan sebelum intervensi. Pada pasien II frekuensi napas menurun dari 32x/menit menjadi 22x/menit, saturasi oksigen meningkat dari 87% menjadi 97%, dan jumlah sputum yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan sebelum intervensi. Hasil studi kasus ini menyimpulkan bahwa fisioterapi dada dan latihan batuk efektif mampu meningkatkan bersihan jalan napas, memperbaiki saturasi oksigen, serta menurunkan frekuensi napas pada pasien PPOK. Diharapkan penerapan teknik ini dapat menjadi bagian dari standar asuhan keperawatan untuk pasien dengan gangguan sistem pernapasan, khususnya yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: PPOK, fisioterapi dada, latihan batuk efektif, bersihan jalan napas. | ||||||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||||||
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > D3 Keperawatan | ||||||||||||
| Depositing User: | Mhs Muhammad Ilham Sanjani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2025 03:38 | ||||||||||||
| Last Modified: | 31 Jul 2026 07:28 | ||||||||||||
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/5791 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
