Wardani, Jelita Puspa (2024) Asuhan Keperawatan pada Tn. S dan Tn. T dengan Post OP Transurethral Resection Of The Prostate (TURP) Benigna Prostat Hyperplasia (BPH) yang dilakukan Tindakan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) di Ruang Imam Bonjol RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya.
Text (PERNYATAAN ORISINALITAS)
1. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (46kB) |
|
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (92kB) |
|
Text (PERSETUJUAN PUBLIKASI)
3. PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Download (47kB) |
|
Text (JUDUL)
4. JUDUL.pdf Download (192kB) |
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
5. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (82kB) |
|
Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (450kB) |
|
Text (BAB III METODE PENELITIAN)
7. BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (214kB) |
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
8. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (329kB) |
|
Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
9. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (16kB) |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (164kB) |
|
Text (DAFTAR LAMPIRAN)
11. DAFTAR LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Jumlah kasus penyakit BPH di Indonesia telah menempatkan sebagai penyebab nomor 2 pada angka kesakitan saluran kemih setelah penyakit batu, yaitu sebanyak 9,2 juta kasus terjadi di Indonesia pada tahun 2018, sebagian besar dari mereka adalah pria di atas 60 tahun. Gejala yang kerap dialami oleh penderita BPH yaitu sulit buang air kecil. Penatalaksanaan pasien BPH yaitu dilakukan tindakan operasi yang dapat menimbulkan rasa nyeri setelah operasi, salah satunya yaitu TURP. Sedangkan penatalaksanaan pasien post op TURP BPH dengan nyeri di rumah sakit lebih berfokus pada tatalaksana farmakologi saja, sehingga diperlukan terapi non farmakologis yang tidak memiliki efek samping, misalnya terapi SEFT. Terapi SEFT adalah kombinasi terapi spiritual dan sistem energi tubuh dengan tapping (ketukan) di 12 jalur energi tubuh. Terapi ini untuk mengurangi rasa nyeri, memperbaiki perilaku, pikiran, dan emosi seseorang. Tujuannya untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien Post op TURP BPH dengan gangguan rasa nyeri yang dilakukan tindakan SEFT. Menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memberikan asuhan keperawatan selama lima hari pada dua responden dengan kriteria merupakan pasien post op TURP BPH dengan gangguan rasa nyeri yang menjalani rawat inap. Hasil Pembahasan Sebelum dilakukan terapi, pasien 1 mengatakan nyeri pada saluran kemihnya dengan skala 6, sedangkan pasien 2 dengan skala 7. Setelah diberikan intervensi selama 5 hari, skala nyeri pasien 1 turun menjadi 0 dan skala nyeri pasien 2 turun menjadi 1. Dengan penurunan skala nyeri setiap setelah diberi intervensi hanya dengan terapi SEFT saja yaitu turun 1 skala. Sedangkan ketika terapi SEFT diberikan setelah pemberian obat injeksi untuk mengurangi rasa nyeri yaitu turun 2 skala. Kesimpulan dan Saran diharapkan klien melanjutkan intervensi secara mandiri agar mendapatkan hasil terapi dalam jangka panjang.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan KMB, BPH, Nyeri, Post op TURP, SEFT,KTIKEP2024 |
Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
Divisions: | Jurusan Keperawatan > D3 Keperawatan |
Depositing User: | CRBN JELITA PUSPA WARDANI |
Date Deposited: | 26 Jun 2024 02:17 |
Last Modified: | 26 Jun 2024 02:26 |
URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/3475 |
Actions (login required)
View Item |