Shalehah, Syalsa Gina (2023) PEMANFAATAN BAHAN PANGAN LOKAL SUMBER PROTEIN DARI IKAN LELE (Clariidae) PADA FORMULASI CRISPY KATSUDAE SEBAGAI ALTERNATIF BEKAL SEKOLAH BAGI REMAJA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
Text (PERNYATAAN ORISINALITAS)
1. SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (174kB) |
|
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (159kB) |
|
Text (PERNYATAAN PUBLIKASI)
3. SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Download (207kB) |
|
Text (JUDUL)
4. Halaman Judul.pdf Download (504kB) |
|
Text (BAB I)
5. BAB I.pdf Download (139kB) |
|
Text (BAB II)
6. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (531kB) |
|
Text (BAB III)
7. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (211kB) |
|
Text (BAB IV)
8. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (319kB) |
|
Text (BAB V)
9. BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (7kB) |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (127kB) |
|
Text (LAMPIRAN)
11. LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (416kB) |
Abstract
Indonesia merupakan negara yang mengatakan bahwa faktor asupan gizi menunjukkan bahwa 32% remaja putri di Indonesia pada tahun 2017 beresiko Kekurangan Gizi Kronik (KEK). Jika gizi pada remaja putri tidak diperbaiki, hal ini akan berdampak pada meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia (Islam et al, 2018). Ikan merupakan sumber protein hewani yang tepat untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dalam menanggulangi masalah stunting. Ikan memiliki peran penting sebagai sumber energi, protein, dan variasi nutrien essensial yang menyumbang sekitar 20% dari total protein hewani. Protein yang dihasilkan oleh ikan merupakan komponen nutrisi yang penting bagi negara dengan jumlah penduduk tinggi dimana kecukupan protein berada pada level rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Hedonic Scale Test berupa pembuatan produk Crispy Katsudae dengan berbagai macam formulasi ikan lele dan tepung terigu dengan persentase 28,2% : 16,9%, 26,9% : 14,9%, 25,4% : 12,7% yang kemudian diuji sifat organoleptiknya meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur.Rata-rata tertinggi pada kategori warna terdapat pada formula 3 yaitu 4,36. Aroma pada formula 1 yaitu 4,28. Rasa pada formula 1 yaitu 4,57. Tekstur terdapat pada formula 2 yaitu 4,26. Produk Curry Fish Katsu dengan formulasi terbaik dilihat dari besarnya nilai rata-rata keseluruhan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa produk terbaik dari ketiga formulasi tersebut didapat pada formula 1 (28,2% ikan lele : 16,9% tepung terigu) yaitu 4,30. Formula terbaik didapatkan oleh formulasi 1 dengan presentase 28,2% ikan lele : 16,9% tepung terigu adalah formulasi terbaik dengan nilai keseluruhan uji organoleptik 4,30 dan memiliki zat gizi makro berupa energi 473,57 kkal, protein 11,17 gram, lemak 2,23 gram, dan karbohidrat 102,9 gram. Kandungan protein pada 100 gram Curry Fish Katsu dapat berkontribusi terhadap kecukupan protein pada asupan makan pagi yaitu sebesar 17,18%.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Ikan Lele Sangkuriang, Uji Organoleptik, Analisis Kebutuhan Gizi, KTIGIZI2023 |
Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
Divisions: | Jurusan Gizi > D3 Gizi |
Depositing User: | CRBN Syalsa Gina Shalehah |
Date Deposited: | 16 Jan 2024 07:04 |
Last Modified: | 16 Jan 2024 07:04 |
URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/2919 |
Actions (login required)
View Item |