husni, A_025_muhammad (2026) PENERAPAN TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGEUREUNG KOTA TASIKMALAYA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA.
|
Text
Keaslian.pdf Download (321kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (345kB) |
|
|
Text
Persetujuan Publikasi.pdf Download (597kB) |
|
|
Text
cover.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (766kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (272kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (352kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (190kB) |
|
|
Text
Dapus.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan masalah psikologis berupa kecemasan, terutama ketika terjadi komplikasi. Kecemasan yang tidak tertangani dapat memperburuk kondisi fisik melalui mekanisme peningkatan kortisol yang berdampak pada resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi relaksasi autogenik untuk menurunkan kecemasan pada pasien DM tipe 2. Kecemasan merupakan respons emosional berupa perasaan tidak nyaman, khawatir, takut, dan gelisah yang timbul akibat persepsi terhadap ancaman yang tidak jelas atau belum tentu nyata. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Ny. J, perempuan 52 tahun, penderita DM tipe 2 selama 14 tahun dengan skor Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) awal 31 (kecemasan berat), berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya. Intervensi dilaksanakan dalam lima pertemuan (02–08 April 2026), meliputi asuhan keperawatan lengkap (pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi) dengan terapi relaksasi autogenik dikombinasikan strategi pelaksanaan (SP) ansietas. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan setiap pertemuan menggunakan instrumen HARS. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor HARS yang konsisten setiap hari: dari 31 (kecemasan berat) pada hari ke-1 menjadi 25, 19, 18, dan 16 (kecemasan ringan) pada hari ke-5, dengan total penurunan 48,4%. Klien mampu melakukan teknik relaksasi autogenik secara mandiri pada pertemuan terakhir. Perbaikan paling signifikan terjadi pada domain ketegangan, gejala somatik, kardiovaskuler, dan respiratori. Terapi relaksasi autogenik terbukti efektif menurunkan kecemasan pada pasien DM tipe 2 di layanan primer dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien setelah pelatihan bertahap. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain penelitian dengan jumlah subjek lebih besar, melakukan follow-up jangka panjang, serta mengintegrasikan intervensi berbasis keluarga untuk memperkuat efektivitas terapi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Ansietas, Diabetes Melitus tipe 2, HARS, Terapi Relaksasi Autogenik |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Mhs Muhammad Alfi Husni |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 08:18 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 08:18 |
| URI: | http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/10482 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
